1952
Berdiri di Jakarta
Marulam Hutauruk mendirikan Penerbit Erlangga pada 30 April, mulai dari buku pelajaran.
erlangga
Menuju 30 April 2027
Tujuh puluh lima tahun Penerbit Erlangga, dihitung sampai hari berdirinya.
1952
Marulam Hutauruk mendirikan Penerbit Erlangga pada 30 April, mulai dari buku pelajaran.
1970
Lini buku kampus bertambah saat perhatian pada universitas di Indonesia menguat.
1990
Departemen buku pelajaran dikembangkan dan menjadi tulang punggung penerbitan.
2000
Esis lahir sebagai bagian dari rumah Erlangga untuk kebutuhan belajar.
2003
Buku referensi, anak, dan umum mulai berjalan lewat Erlangga for Kids.
2006
Esensi terbit, dan Eureka Bookhouse membuka toko buku milik grup.
2009
Pameran buku pertama digelar di Jakarta, lalu menyebar ke kota lain.
2010
Erlass menangani pelatihan, seminar, dan lokakarya untuk pendidik.
2027
Echoes to the Future menandai ulang tahun pada 30 April 2027.
Gelombang undangan ditutup bertahap. Akses umum masih terbuka.
28 AprPanggung Utama
28 AprPanggung Guru
28 AprPanggung Literasi
29 AprPanggung Masa Depan
29 AprPanggung Literasi
29 AprLobi Buku
30 AprPanggung Guru
30 AprPanggung Utama
Panggung utama
Pembukaan, komitmen 75.000 buku, dan penutup pada 30 April berlangsung di panggung utama. Empat ruang lain mengisi guru, literasi, masa depan, dan lobi buku.
Masuk panggung
13 Juni 2026
Talkshow dan peluncuran buku pemenang lomba menulis dibuka sebagai bagian dari Road to Erlangga 75.

Program 2027
28 sampai 30 April 2027 mengisi panggung utama, guru, literasi, dan masa depan.

Sepanjang rangkaian
Pembaca, guru, dan alumni dapat menulis satu harapan untuk 75 tahun berikutnya.
Satu kalimat untuk 75 tahun berikutnya. Tempel harapanmu di dinding ini.
Semoga buku sekolah tetap jelas bagi guru yang mengajar di kelas ramai.
Sari Wulandari · Bandung
Saya belajar dari buku Erlangga. Semoga generasi berikut masih menemukan bukunya.
Bima Pratama · Surabaya
Harapan saya sederhana: anak-anak mau membuka buku bersama orang tua.
Nadia Kusuma · Yogyakarta
Tiga hari ini terasa seperti reuni guru. Tahun depan kami ingin datang lagi.
Pak Rahman · Padang